Monday, June 29, 2020

, ,

Berkeliling Kota Batam dengan Menggunakan Trans Batam


Akhirnya bisa mewujudkan keinginan Khalid untuk menaiki Bus Kota. Setelah mendengar serunya cerita teman-teman Khalid dalam berpetualang dengan menggunakan bus, sekarang giliran kami yang merasakan sensasinya.

Gunakan Peta, Untuk Mencapai lokasi
Khalid belajar membaca peta

Teknisnya adalah mencari restauran makanan kesukaan Khalid. Hampir mirip seperti treasure hunt. Namun ini yang dicari adalah lokasi bukan barang.
Start dari rumah. Baca peta dulu ya :)
Peta dibuat sedemikian sederhananya. Nanti saat melewati lokasi yang dituju, Khalid boleh memberikan tanda silang pada kolomnya. Perjalanan dimulai dari rumah pukul 09.00 WIB. Berjalan kaki menuju Halte pertama. Kurang lebih berjalan sekitar 100m kami sudah sampai di halte pertama. Tidak lama menunggu, bus pun datang. Bus pertama ini akan membawa kami menuju Halte Pusat. Lokasinya di dekat Mega Mall dan Dataran Engku Puteri. Dari Halte ini kami membeli tiket kembali dan menaiki bus menuju Masjid Jabal Arafah.
Alhamdulillah, sampai di Jabal Arafah

Jika sesuai peta, maka kami harusnya berada di Burger King. Namun karena masih kenyang, kami memutuskan untuk mengunjung Jabal Arafah terlebih dahulu.
Sholat Dzuhur Di Jabal Arafah
Kami tiba di Jabal Arafah sekitar jam 11 siang. Perut belum lapar. Jadi kami bermain sebentar di area Jabal Arafah sambil menanti sholat Dzuhur. Kemudian setelah sholat, kami langsung membeli tiket untuk menaiki Jabal Arafah Tower. Untuk melihat Batam dari ketinggian dan mengenalkan teropong kepada Khalid. Tentu Khalid antusias dan bahagia untuk pertama kalinya ia memegang teropong sungguhan. Melihat bangunan sedang dibangun oleh para pekerja, truk berjejer rapi memuat pasir, alat-alat berat sedang melakukan tugasnya. Semua itu bisa kami lihat dengan jelas menggunakan teropong. Bonusnya, kami bisa meliat pemandangan Singapura dengan jejeran gedungnya yang tinggi-tinggi. Benar, Singapura bisa dengan mudah terlihat dari Batam.

Mencoba melihat Batam dari teropong
Puas bemain disini, kami kembali ke Halte untuk melanjutkan perjalanan. Kali ini saya kembali memberikan pilihan kepada Khalid. Menuju Burger King atau Mc.Donald. Rute kembali berubah, Khalid memilih ke Mc Donald. Hahaha. Memang ya berjalan sama anak-anak tidak bisa selalu sesuai rencana. Asal mereka senang, ya ayuk aja !

Sebelum menaiki bus kembali, kami mampir dulu ke supermarket. Membeli bubur instan Adik Ishaaq. Karena adik belum bisa makan nasi. Dan beli beberapa snack untuk di makan sembari menunggu bus datang. Karena perut sudah lapar. Jam sudah lewat dari angka satu.

Berubah Rute, Tidak Sesuai Ekspektasi.

Sesuai kesepakatan dengan Khalid, makan siang kami di Mc. Donald. Memesan beberapa menu. Sambil menikmati makanan, saya melihat beberapa mahasiswa terlihat sibuk diskusi dengan laptop dan buku di hadapannya. Membuat saya sungkan, saat Khalid dan Ishaaq berteriak kegirangan saat bermain di mini playground Mc.D. Kondisi saat itu masih sepi. Hanya kami dan beberapa mahasiswa. Khalid dan Ishaaq langsung menguasai mini playground Mc.D

Makan siang di Mc. D
Tidak terasa, pukul sudah menunjuk ke angka tiga, kami harus bergegas untuk kembali lagi ke pusat halte di Dataran Engku Puteri. Jarak yang akan kami tempuh lumayan jauh. Perjalanan sekitar 30-45 menit. Sholat Ashar saya jadwalkan di Masjid Agung Batam.

Kondisi Bus Jodoh-Batam centre
Dalam bis menuju Masjid Agung, kami beberapa kali berpapas dengan siswa-siswa yang baru pulang sekolah. Raut muka sudah kelelahan, aroma tubuh sudah campur aduk. Alhamdulillah, ada AC yang mendinginkan kami. Khalid dan Ishaaq sudah tidur. Khalid di pangkuan saya, dan Ishaaq di gendongan kanguru saya. Sesampai di Masjid Agung, saya bergegas sholat dan anak-anak berlarian sebentar di area masjid. Titik terakhir kami adalah Dataran Engku Puteri. Ada spot kesukaan Khalid. Lokasi orang-orang bermain skateboard. Namun Khalid suka memanjat dan berlarian di arena ini.
Adek sumringah kalau di lapangan luas
Saat tiba di lokasi ini, ada beberapa anak remaja sedang bermain skateboard. Dan banyak juga kegiatan lainnya. Ada basket, marching band, taekwondo, karate, atau sekedar lari sore. Hari itu ramai sekali Dataran Engku Puteri.
Spot favorit Khalid dan Ishaaq
Tidak berapa lama, Ayahnya datang untuk menjemput kami pulang.  Suara mengaji daro mikrofron Masjid Agung sudah terdengar. Artinya sebentar lagi maghrib. Namun ternyata Khalid belum puas. Saat diajak pulang dan sholat di Masjid Agung, dia menangis. Katanya bermain di Dataran Engku Puteri baru sebentar. Setelah di bujuk dan digendong, akhirnya kami berhasil membawa dia ke Masjid Agung untuk sholat Maghrib. Terakhir kami makan malam bersama di sebuah Restauran sambil bercerita serunya hari ini.
Mengamati aneka kegiatan di Dataran Engku Puteri Batam Centre
Ingin Kembali Berpetualang

Khalid antuasis bercerita kepada Ayahnya tentang kegiatan dia hari ini. Dan besok ia mengajak berpetualang lagi. Saya mendengar ajakan hanya bisa meringis. Karena jujur, capek sekali ! Hahaha

Saya harus terus-terusan menggendong Ishaaq. Karena dia belum lancar berjalan. Ditambah lagi harus senantiasa waspada menjadi keberadaan Khalid. Perjalanan bertiga ini benar-benar membuat tenaga saya terkuras. Namun nagih bagi Khalid dan Ishaaq.

Rasanya hemat sekali jalan-jalan keliling kota menggunakan Trans Batam. Say hanya mengeluarkan ongkos Rp 16.000 totalnya. Karena Khalid masih gratis. Sekali jalan jauh dekat tarifnya Rp 4000. benar-benar murah !

Semoga transportasi Batam semakin bagus. Armada Trans Batamnya bertambah banyak di setiap titik. Menjangkau seluruh Kota Batam. Dan tentu saja ontime !

Khalid membuat Jurnal perjalanannya
Bagian yang ia ceritakan berulang-ulang


Ahh.
Gak sabar rasanya berpetualang kembali. Kami sudah terkurung di rumah selama 4bulan lebih. Akibat Corona. Petualangan ini kami lakukan diawal tahun 2020. Saat Covid belum dilaporkan menyerang Indonesia.


Tips Berpetualan Menggunakan Bus Bersama Anak Tanpa Ayah

  1. Kenakan baju yang nyaman. Baik anak maupun orang tua. Terlihat keren saja tidak cukup. harus nyaman
  2. Bawa selalu minum air putih. Karena tidak setiap tempat bisa dengan mudah di jumpai penjual minuman. Lagian, go green !
  3. Buat perjanjian dengan anak. Diskusikan hal-hal yang boleh dan tidak boleh selama perjalanan. Demi keselamatan bersama
  4. Sediakan sabun cuci tangan dan tisu basah. Sesering mungkin cuci tangan menggunakan sabun saat menjumpai sumber air.
  5. Gunakan gendongan yang nyaman jika anaknya harus di gendong. Ini membantu sekali saat ribet jalan bertiga tanpa Ayahnya.
Disclaimer :
Perjalanan ini dilakukan diawal tahun 2020. Saat covid-19 belum di laporkan  adanya korban di Indonesia

Semoga cerita kami menginspirasi.
Selamat berpetualang !

Salam,
Share:

0 comments:

Post a Comment