Monday, April 22, 2019

,

#POJOKAYAH-1 : KAMI BERHENTI HOMESCHOOLING

homeschooling


ALHAMDULILLAH,
setelah 5 tahun menikah, suamiku akhirnya menulis lagi.
Mau diajak kolaborasi mengisi #pojokayah di blog ini.
Menulis prespektif parenting dimata Ayah.

Terharu, sampe demam (Serius demamnya)
Hahahaha
 Semoga ini bukan tulisan pertama dan terakhirnya.
Mari kita nantikan kembali.
Bantu doa yaaaak :))

Silahkan dinikmati,
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
CLICKBAIT..!! YESS!!

Minta maaf sebelumnya kalau kamu menuju tulisan ini karena terprovokasi sama judulnya.

So as Disclaimer, tulisan ini tidak hendak memaparkan kenapa kami berhenti Homeschooling dan berbagai kelemahannya, atau sebuah pengakuan dosa karena salah memilih jalur pendidikan buat anak.

Kalo itu yang kalian cari, yakinlah itu ga dibahas sama sekali disini.
Tapi kondisi di judul tersebut bukan ga mungkin terjadi suatu saat nanti, tapi bukan sekarang ini. Mungkin loh y, bisa kejadian bisa juga kami tetap lanjut dengan Homeschooling seperti saat ini.

Terus maksud tulisan ini buat apa?

Jadi saya pengen memaparkan Sekolah ataupun Homeschooling ga ada yang lebih unggul. Sama aja. Tergantung bagaimana kita sebagai orangtua dan Anak-anak sebagai pelaku utamanya menjalani. Karenanya suatu saat kalo rasanya hasil diskusi keluarga kami anak-anak lebih pas menjalani pendidikan di sekolahan ga haram untuk pindah haluan. Tak harus dipaksakan.

Perdebatan soal Homeschooling ato Sekolah yang lebih unggul udah selesai dalam diskusi keluarga kami. Menurut kami perdebatan semacam itu ga ada faedahnya, ga lebih bermutu dari debat seputar Capres pilihan terbaik atopun debat soal Bumi datar atau bundar.

Bagi orang2 yang udah punya pilihan, dipaparkan secara gamblang berbagai macam kelebihan pun ga bakalan terpengaruh atau berubah pikiran. Setiap orang punya pertimbangan masing2, termasuk soal pendidikan. Memilih Homeschooling atau sekolah harus melalui pertimbangan penuh kesadaran, bukan sekedar ikut-ikutan. Sehingga tak latah kemudian sibuk membanding-bandingkan.

btw ini nulis ribet amat akhirannya mesti berakhiran -an :p

Sepanjang jaman kita udah ngeliat berbagai orang yang tak sekolah tapi sukses di bidangnya. sebut saja Thomas Alva Edison sampai Menteri keren saat ini Ibu Susi Pudjiastuti. Tapi kita juga melihat deretan orang-orang jebolan sekolahan yang luar biasa sukses, sebut aja Eyang Habibie di negara kita ini.

Jadi sekali lagi memperdebatkan mana yang lebih baik adalah sebuah kesia-siaan yang nyata. Sibuk berkompetisi siapa yang lebih unggul antara anak HS dan sekolah sungguh perbuatan unfaedah.

KUNCINYA KOLABORASI

"Collaboration is the New Competition"

Dapat quote ini pertama kali dari Yoris Sebastian, dulu banget zaman awal selesai kuliah, pas lagi seneng-senengnya baca tentang industri kreatif.

Masa depan, saat anak-anak kita dewasa kelak, kolaborasi merupakan kunci kesuksesan. Mereka Yang paling mampu untuk berkolaborasi adalah mereka yang akan paling sukses. Masa depan kelak adalah masa menemukan solusi atas permasalahan secara bersama-sama, saling melengkapi dengan kemampuan masing-masing. Tak ada lagi super-man, semua unik, semua bisa berkontribusi semua saling berkolaborasi.

Bahkan saat ini kolaborasi menjadi salah satu skill yang termasuk dalam 21st Century learning skill. Skill Fardhu Ain yang wajib dimiliki anak-anak di abad 21. Karenanya yang perlu dibekali buat anak-anak saat ini adalah semangat berkolaborasi, dengan siapapun, kapanpun, dimanapun.

Untuk itu mengajarkan pentingnya memahami keberagaman dan perbedaan menjadi penting. Sehingga dengannya anak bisa lebih luwes dalam berkolaborasi dengan anak lainnya tanpa memandang latar belakang dan atribut lainnya.

Then finally, memahami tentang kolaborasi ini makin meyakinkan kalo perdebatan mana yang lebih unggul HS dan sekolah makin ga relevan.

"Stop Perdebatan, Stop Pertengkaran"
-Rhoma Irama-

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Catatan postingan kali ini dari #pojokayah :
Kolaborasi

Sejalan dengan core value yang kami usung dalam keluarga kami : Kolaborasi, Kontribusi dan Solutif



Salam
Share:

1 comment:

  1. Go ahead ya buat semangat HS-nya. Kalian ni keren, udah bisa melewati segala hambatan yang ngegoyahin tujuan HS kalian. Jempol banyak deh.

    ReplyDelete