Sunday, February 3, 2019

,

Gemilang, Komunitas Homeschooler Batam




Sudah lebih dari satu bulan saya bergabung di komunitas ini. Awalnya saya melihat kegiatan mereka di jejaring sosial yang kemudian di promosikan oleh salah satu teman, bahwa komunitas ini adalah komunitas Homeschooling di Batam. Seperti mendapat oase di padang tandus, bahagia !

Bagaimana tidak bahagia, Homeschooling (HS) di Batam adalah sesuatu yang asing. Hampir setiap orang yang saya temui selalu mengira HS adalah adalah sesuatu yang mustahil dijalani. Namun setelah bertemu komunitas Homeschooler (Kami sepakat menyebutnya Komunitas Gemilang, walau belum ketok palu. hahaha) saya semakin mantap dan kokoh atas pilihan kami. Merasa tidak sendirian, merasa ada tempat diskusi tentang HS, dan tentu saja sebagai ajang sosialisasi anak HS.

Adalah Mba Lina Herliana atau biasa kami sebut Bibi Lina pencetus pertama komunitas ini. Bersama dengan temannya, Bibi Ratih yang kemudian mereka membentuk grup WhatsApp (WA). Dari grup inilah kemudian terjaring sebanyak kurang lebih 28 keluarga. Adanya yang sudah memulai HS usia sekolah, ada yang masih HS usia dini bahkan ada juga yang masih menyelami dan menggali lebih dalam tentang dunia HS.

Baca juga : Family Strategic Planning, Langkah Jitu Menciptakan Peradaban Keluarga

Apa Kegiatan Komunitas Gemilang ?

Komunitas ini rutin playdate (bermain bersama) setiap hari Kamis sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Apa temanya ? Beragam.

Jadi dalam 1 bulan sekali, kami bertemu bersama dan membahas tema bulanan. Saya baru mengikuti sekali yakni di MB2. Nah dalam pertemuan bulanan ini, yang kami laksanakan di playground kami membahas tema yang akan kami lakukan setiap Kamis selama 1 bulan beserta penanggung jawab (PJ) yang bertugas. Mengapa di playground ? Disinilah anak bisa bebas bermain dan orang tua bebas berdiskusi.

Bibi Saf Menjelaskan fungsi lambung

Seperti bulan Januari ini, kami mengangkat tema Anggota tubuh, Makanan sehat, Pengenalan Cabang Olahraga dan gerak, Menjaga dan Melindungi Kebersihan Tubuh.

Setiap tema dibagi menjadi dua, toddler (bawah 6th) dan preTeens (6th keatas). Kami akan membuat kegiatan antara toddler dan preteens ini seiring berjalan. Seperti Toddler mengenal 5 panca indera, sedangkan Pre teens mengenal organ tubuh dengan cara mengenal siklus, dan fungsi masing-masing organ tubuh. Mereka juga menjahit sendiri organ tubuh tersebut.

Bibi Lina menjelaskan 5 panca indera

Selain kegiatan anak, kami juga fokus pada pemberdayaan orang tua. Sebulan sekali kami membedah buku, diskusi isu HS terbaru, regulasi pemerintah lengkap beserta kurikulumnya.

Mengenal Makanan Sehat

Sabtu (2/Feb) kami mengadakan meet up untuk pertama kalinya secara khusus melibatkan paman alias para suami. Saling mengakrabkan dan berjanji untuk berkontribusi dalam komunitas ini. Kami berkenalan antar keluarga dalam background pendidikan yang berbeda. Ada orang hukum, karyawan swasta, pengusaha bahkan dosen. Karena kami percaya, Homeschooling tidak akan bisa berjalan jika tidak disupport oleh pasangan. Baik istri maupun suami. Maka sangat dibutuhkan untuk duduk diskusi bersama dan menyamakan frekuensi alias presepsi.
Apa Makna Komunitas Gemilang Bagi Saya ?

Sesungguhnya saya dan beberapa teman sempat ingin membuat komunitas HS. Grup sudah ada, bahkan kami sempat kemping bersama di Bintan. Namun karena keterbatasan ilmu dan waktu akhirnya grup itu menguap begitu saja. Masih ada, namun tidak ada aktifitas apapun.

Dipertemukan dalam komunitas ini adalah sebuah rejeki yang besar. Bagaimana tidak, berkomunitas, rame-rame, alias berjamaah itu lebih kokoh dibandingkan sendirian. "Sesungguhnya Serigala akan memakan Kambing yang sendirian" (HR Ahmad)

Diskusi antar keluarga

Hadits itu menyiratkan bahwa bersama-sama dalam suatu kelompok itu lebih menguatkan. Apalagi memilih jalur yang tidak biasa. Adakala saat memutuskan untuk HS saya merasa kecil hati. Melihat para pendahulu HS yang anaknya luarbiasa cerdas, sudah menemukan passion sedari kecil, mampu membimbing anaknya hingga masuk perguruan tinggi top. Jujur, hal ini sempat membuat ciut nyali saya. Bisakah ? Bagaimana jika ? Ingin berdiskusi namun praktisi HS di Batam masih sedikit. Apalagi yang sudah berpengalaman artinya masuk usia sekolah. Atau bisa jadi praktisi HS di Batam banyak namun belum membuka diri. Masih belum tercium radarnya. Jadi masih sulit di deteksi keberadaannya.

Setiap kali saya ciut, hanya suami tempat mengadu. Dan suami pulak yang mampu menguatkan. Ucapan suami yang selalu saya ingat adalah tentang Ibunya Albert Einstein. "Emang ibunya Albert Einstein IQ nya tinggi ? Jago fisika ?" kemudian diskusi berlanjut bahwa ibunya hanyalah sebagai fasilitator. Tumbuhkan jiwa pembelajar dalam diri anak. Maka kita hanya butuh mendampingi, anak akan berkembang pesat dengan sendirinya.
Berkomunitas juga merupakan jawaban atas pertanyaan tentang sosialisasi anak HS. Dengan berkomunitas anak mengenal teman lintas usia. Bukan hanya seumuran dia saja. Bahkan dia bisa bertanya pada Bibi (sebutan kami untuk para ibu di komunitas gemilang) manapun atas setiap persoalanya yang tidak bisa ia pecahkan di rumahnya.
Bagaimana Cara Bergabung ?

Sejak saya sering membagikan kegiatan kami saat playdate di media sosial, mulai banyak yang tertarik untuk bergabung di komunitas ini. Diskusi pun sempat alot bagaimana cara yang tepat menyambut anggota baru. Namun diputuskan, setiap siapapun yang bergabung harus memiliki presepsi yang sama tentang HS dan komunitas. Jadilah akan langsung diundang dalam pertemuan bulanan dan diskusi bersama. Langsung bertatap muka dan berkenalan. Jadi tidak langsung tiba-tiba di invite di grup WA. Kenalan dulu ya, Mak. Biar akrab.

Saya sadar, perjalanan HS untuk anak-anak saya masih panjang. Butuh banyak ilmu dan membaca buku. Butuh banyak mengenal praktisi HS lainnya. Makanya saya tidak pernah berhenti untuk terus mencari ilmu tentang dunia parenting yang setiap harinya terus berkembang. Di komunitas ini, saya juga bertemu dengan ibu-ibu yang juga bergabung di Institut Ibu Profesional. Walau terkesan dia-lagi-dia-lagi namun saya memahami satu hal, mereka inilah para ibu pembelajar. Tak berhenti hanya dengan satu tempat. Terus menggali potensi. Bukan demi kecerdasan kami apalagi eksistensi, namun semata-mata untuk perkembangan anak kami. Hidup anak kami. Dalam diri mereka, harapan kami tersimpan. Bahwa sebaik-baiknya harta adalah Anak sholih.

Salam,
Share:

0 comments:

Post a Comment