Tuesday, September 25, 2018

#MamakSetrong-5 : Tantangan Rp 100.000 dan Tips Hemat Belanja Ala IRT



Tak dapat di pungkiri, naiknya dollar dan inflasi semakin meninggi membuat harga bahan makanan pokok ikutan melonjak. Rasanya uang semakin lama semakin minim nilai tukarnya. Kali ini #MamakSetrong membuat challange untuk membuktikan hal-hal yang sedang viral. Uang Rp 100.000 apa yang bisa kita dapat ? Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok atau hanya bisa digunakan untuk makan sehari.

Sekedar info, saya tinggal di Batam. Kepulauan Riau. Dimana kondisi sayur mayur banyak di impor dari daerah lain seperti Medan. Kondisi tanah di Batam tidak sesubur daerah lain. Batam di dominasi dengan tanah merah. Walau ada perkebunan, namun hanya dibagian ujung perbatasan Batam seperti di Barelang. Kebanyakan bahan sayur mayur dan lauk pauk di impor. Bahkan bukan hanya dari dalam Indonesia, namun juga dari luar seperti dari Malaysia atau Thailand. Jadi jika berkunjung ke Batam jangan heran kalau ada menu atau bumbu yang masih tertulis huruf Thailand atau berbahasa Inggris kemudian di stempel dengan bahasa Indonesia untuk menulis kembali komposisi bahan dan kehalalannya. Begitu untuk produk kecantikan seperti sabun dan sampo. Banyak yang di impor dari luar. Namun tenang saja, semua produk legal kok. Karena ada ijin secara resmi. Begitupun untuk aneka snack atau lauk jadi seperti bakso ikan, sosis, atau aneka isian untuk steamboat ini sangat mudah ditemukan di pasar dengan merk dagang dari Malaysia.

Kembali ke Challange, kami sepakat membawa uang Rp 100.000 ke pasar. Hari itu saya ingin memasak Asam Pedas Melayu. Paling sedap jika ikannya adalah ikan kerapu segar. Nah salah satu keuntungan tinggal di kepulauan kecil seperti ini adalah aneka sea food kami segar. Aneka ikan laut mudah di dapat. Contohnya kerapu.

Baca : Resep Asam Pedas Melayu



Saya akan mendetailkan Rp 100.000 dengan aneka belanjaan yang bisa saya dapat :

  1. 1 kg Ikan Kerapu Rp 50.000
  2. 1 Ikat Daun Ubi Rp 5.000
  3. 3 Buah Jagung Rp 20.000
  4. 1/4 Semangka Rp 11.000
  5. 1 Buah Nanas Rp 10.000
  6. 2 buah Wortel Rp 5.000
  7. 1 Ons Cabe Merah Rp 6.000
  8. Rempah (Lengkuas, Jahe, Kunyit, Asam Gelugur) Rp 8.000
Total dari keseluruhan belanja saya adalah Rp 115.000

Saya gagal menggunakan Rp 100.000 harus nombok Rp 15.000 lagi untuk memenuhi kebutuhan belanjaan saya. Terbukti, Nilai uang Rp 100.000 nilai tukarnya tidak sebesar nilai nominalnya. Namun bukan mamak-mamak jika tak mampu mensiasati harga kebutuhan yang semakin meninggi. Dengan segala kreatifitas, mamak-mamak biasanya mampu menghemat pengeluaran dan mencukupkan segala kebutuhan.

Baca : Agar Tak Berlama-lama Di Dapur

Saya punya tips hemat yang mungkin bisa dimanfaatkan oleh mamak-mamak se-Indonesia Raya :
  1. Susunlah menu masakan per seminggu atau per tiga hari. Saya lebih senang pertiga hari karena memikirkan bahan-bahan masih fresh. Kalau kelamaan di kulkas, takutnya kualitas sayur mayur menurun.
  2. Beli bahan lauk dalam hitungan kilogram. Kenapa ? Karena jika kita membeli dibawah 1kg maka hitungan mereka akan lebih mahal. Misal, 1 kg ikan kerapu Rp 50.000 maka jika saya hanya mengambil ikannya setengah makan dia akan menghitung 1/2 kg adalah Rp 27.000. Ini pun terjadi untuk daging dan ayam. Begitupun untuk cabe, bawang dll. Beli dengan jumlah banyak lebih murah.
  3. Bagi menjadi beberapa jenis masakan. Biasanya saya membeli 1kg ayam maka saya akan memasak dalam dua jenis masakan. Ini untuk menghindari kebosanan. Biasanya membuat Ayam Lada Hitam, atau ayam goreng atau semur ayam.
  4. Pilih menu masakan yang bisa di nikmati sekeluarga. Jangan memilih menu yang Ayahnya suka, tapi ibunya gak doyan. Ayah dan ibunya suka anaknya tidak mau. Nah berbeda selera seperti ini membuat salah satu pihak tergoda untuk makan diluar.
  5. Buat menu agak banyak. Biasanya saya memasak untuk dua hari. Kami hanya bertiga dirumah. 1/2 kg ayam atau daging bisa kami makan dalam dua hari. Ini menghemat waktu saya masak. Jadi tidak setiap hari saya masak. Namun adakalanya menu habis dalam satu hari. Maka saya pasti akan memasak keesokan harinya.
  6. Setiap ingin belanja, catat dengan baik bahan yang akan dibeli. Catatan ini memandu kita untuk membeli kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan. Tidak melenceng dari menu yang sudah kita susun.
  7. Pertimbangkan waktu dan bensin yang digunakan. Jika kita setiap hari ke pasar, maka waktu akan banyak terpakai untuk kepasar setiap harinya. Belum bensin kendaraan yang digunakan. Maka saya lebih memilih belanja kebutuhan dapur seperti kebutuhan mandi, saos, kecap, gula dll itu sebulan sekali. Dan belanja bahan masakan minimal 3 hari sekali.
Setiap emak pasti punya tips jitu dalam menghemat pengeluaran. Tips yang saya gunakan bisa jadi tidak cocok bagi emak yang lain. Begitu pun tips emak lain belum tentu cocok bagi keluarga lain. Semoga postingan saya kali ini menginspirasi ya, Mak.

Baca : Dompet Menipis Pasca Lebaran ? Santai Mak !

Jika punya tips yang lebih jitu, boleh lah berbagi info dan menginspirasi. Mari kita lakukan hemat berjamaah agar bisa beli lipstick harga Rp 500.000. Hehehe, gak ding. Kalimat terakhir saya becanda.

Intip tips jitu dari partner kolab blog saya, Bubun Unna dan Ummi Juli. Mana tau cocok yeken sama dapur kalian.
Share:

42 comments:

  1. klo diriku, Rp100.000 bisa belanja buat seminggu mbaaa.. soale kami udh kyk vegetarian, makannya sayur mayur aja gt seringnya..wkwk..
    tp mantap buk tipsnya.. bisa diaplikasikan mngkin nnt kalau saya sdh rajin masak..huehue..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.
      Gk cocok donk sm khalid yg suka protein hewani. Apalagi ikan. Wkwkwkw

      Delete
  2. Harganya mantaap.. mahal2 amat Mbaa. Nanas di tempatku 10 rb dapat 2. Batam daerah industri sih ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mba. Batam daerah industri.

      Wah enak bgt klo 10rb dpt 2.
      Bisa buat cemilan 1 satu lg buat di sayur. Hhaha

      Delete
  3. wah. wortel 2 biji 5000? nggak kemahalan tuh mbak????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang begitu mba :(
      Pernah 1 biji 5rb klo pas lagi mahal

      Delete
  4. Belanja itu tergantung tempat tinggal juga sih ya. Kalau di kampungku 100 rb dapat buanyak. Itu jagung sama daun singkong bisa metik di kebun, hahaha

    ReplyDelete
  5. Itu untuk makan sehari ya mba? Untuk berapa kepala? Kalau untuk suami istri anak 1 bisa banget ya mba.. lebih 15.000 mungkin semangka nya dikurangi? Ga bisa ya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangka kesukaan anak bujang mba. Susah di hilangkan.
      Wkwkwkkw
      Cukuplah ini untuk dua hari

      Delete
  6. Ikan kerapunya lumayan juga ya 50 ribu. Lainnya sih enggak terlalu mahal. Dulu saya belanja 300ribu buat seminggu tapi kadang masih nambah di warung pagi-paginya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba.
      Pas mau bikin asam pedas. Enak pake ikan kerapu

      Delete
  7. Bisa dapat nanas dan semangkaaa mba.. enak dan segar!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Segeer mbaaa.
      Tp nanasnya itu buat bagian dari masakan. Bukan dimakan gt aja. Heheheh

      Delete
  8. Di Batam memang harga2 mahalnya, kayak wortel tuh di Semarang cuma 2000. Kalo ikan kerapu di mana2 juga mahal, tapi sekilo sekitar 26rb kalo beli di tukang sayur. Semangat mengatur duit belanja deh, semoga rejekinya juga bisa nambah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah. Jd pengen tinggal di semarang deh :)

      Delete
  9. Wah, lumayan mahal-mahal ya Mbak harga lauk sayur dan buah di sana. Jagung 3 buah kali di tempat saya 4000-5000, trus wortelnya ituuuu... hihi.. memang beda daerah beda harga, ya.
    Apapun yang penting keluarga kenyang dan sehat ya, Mbakkk :)

    ReplyDelete
  10. Kalau di Jogja harga sayur masih amat sangat terjangkau sih mba. Memang tergantung sama kondisi masing masing daerah yaaa. Di sini yang susah cari ikan murah kayanya hehehe

    ReplyDelete
  11. Wah tipsnya keren. Aku hrs belajar lagi nih biar bisa hemat belanja

    ReplyDelete
  12. Huaaa harga di Batam mahal2 yaa mba. Di Jogja, jagung 3 biji lima ribu perak aja hehee.

    ReplyDelete
  13. Wahhh di Batam harga-harga mahal yaa, kirain hanya di bagian timur Indonesia aja yang mahal, ternyata di Batam lebih mahal dari dari harga di daerahku. kami masih dapat 3 buah jagung Rp. 10K

    ReplyDelete
  14. Wah, iya, kalau di Batam segala macam mahal ya, Mba. Kalau di Semarang semua masih di bawah Batam harganya, jadi 100 ribu bisa dapet lebih banyak dari itu.

    ReplyDelete
  15. Makasih tipsnya mba, soalnya saya masih belum bisa menagae uang 100 rb, rasanya kalau ke pasar, uang sgeitu blass habis dalam sekejap, dan sadar masih belum beli ini itu

    ReplyDelete
  16. Rp 100.000 bisa dapat apa ya?
    Tergantung mau masak apa dulu ya, mba.
    Kalau mau merendang, malah nombok, HAHAHA.
    Aku juga jarang masak, soalnya sendiri di rumah kalau siang.
    Paling banter masak nasi goreng atau buat omelet.

    Kalau malam suka beli di luar :D

    Kalau aku mau masak, hubby kudu janji mau jadi asisten, HIHIHI.

    ReplyDelete
  17. Asam gelugur tu apa. Asli aku ga tau lho. Hahaha nampak kali ya kan. Cuma tau asam kandis asam jawa.

    ReplyDelete
  18. Wah di Jogja masih relatuf terjangkau untuk sayur mayur. Seru juga challenge nya ya mbak. Betul2 kudu pinter bagi2nya 😁

    ReplyDelete
  19. Nyontek tips hematnya y mba.. eh, meskipun aku jarang masak sih..hehe..

    ReplyDelete
  20. Bawang merah, bawang putih, minyak goreng buat numis, beras, garam, gula, itu belum belanja dong. Jadi, 100.000 belum bisa memenuhi menu makanan seimbang sehari ya Keknya jadi tertantang belanja seperri itu deh

    ReplyDelete
  21. Ngitung beginian ternyata njelimet ya. Secara saya cuma berdua, tapi belanjanya kl lagi pengin masak atau ngabisin stok di kulkas. Jadi belanjanya kapan, masaknya kapan. Tpi seneng kl ada challenge begini, jadi semangat tung itung itung ya.

    ReplyDelete
  22. kalau di Jogja terutama pasar tradisionalnya harga2 masih terjangkau. Bawa duit 100 ribu itu udah dapat ayam, ikan, sayuran, buah, bumbu2, sama jajanan pasar. Biasanya aku belanja 3 hari sekali

    ReplyDelete
  23. Bukan mamak-mamak namanya kalau tak bisa bersiasat dalam mengatur belanja, yekan? ;)

    ReplyDelete
  24. Jia... lha dirimu Des ngambil lauknya kerapu. Ya jelas langsung abis banyak. Itu mah seratus ribu bisa kepake sehari aja.

    ReplyDelete
  25. Sama mbak..aku juga gitu kalau belanja langsung beli setengah kilo atau sekilo, soalnya beli dibawah itu harganya jadi lebih mahal sebenarnya.

    ReplyDelete
  26. Keren tantangannya. Kalo di daerah, kayak di tempat aku, 100rb masih lumayan dapat banyak barang. Dan berhemat masih sangat bisa dilakukan Kalo di kota besar, pasti akan susah ya. Barang2 dan ongkos pada mahal...

    ReplyDelete
  27. 100 rb kalau aku kyknya bisa 4 hari hehe. Kebetulan tinggal di pinggiran Jkt :D
    Tapi Batam emang kota besar sih ya jd tentu aja agak mahal :D
    Betul soal pertimbangakn waktu belanja itu, pertimbangkan jg naik apanya ke pasar :D

    ReplyDelete
  28. Huaa, banyakan barang import ya Mbak. Padahal tanah kita subur. Knapa gak import sayurnya dari pulau sebelah aja misalnya Mbak yg msh daratan Indonesia ya? Tapi syukurlah klo sea food nya malah murah meriah dan cukup disana yah :)

    ReplyDelete
  29. daun ubi itu sama gak dengan daun singkong mbak? digambarnya mirip. oops malah bahas daun ya hehehe. Skr sebagai istri harus pinter ngatur uang belanja ya

    ReplyDelete
  30. Di sana memang pada mahal ya, mba. Segitu sama kayak saya belanja di supermarket. 100rb dapetnya ga banyak. Kalo di pasar tradisional bisa lebih banyak. Makasih tipsnya ya, mba.

    ReplyDelete
  31. Emangnya jadi ibu-ibu itu harus strong harus hemat biaya Rp.100.000 itu sekarang dapat apa coba? kecuali kalau anaknya cuman satu dan hidupnya di desa kalau di kota lebih dari 3 anaknya itu rempong deh Rp.100.000

    ReplyDelete
  32. Mau banget tips hematnya mba, aku mau belajar ah hehehe
    secara baru jadi ibu rumah tangga hehehe
    Masku juga bilang hidup di sana mahal, dia pernah tinggal di Batam setahun

    ReplyDelete
  33. Kalau keluarga saya uang Rp. 100.000 itu tidak cukup mbak. Lah anakku banyak hahaha...
    Kecuali puasa tidak makan ikan bhaha

    ReplyDelete