Thursday, August 30, 2018

,

Tinggi dan Berat Anak Di bawah Rata-Rata, Perlukah Khawatir ?


Beberapa hari lalu kami berkunjung ke dokter anak. Bukan karena sakit namun lebih mencemaskan kondisi Khalid. Sekilas memang tidak ada yang aneh dalam diri Khalid. Secara kesehatan, alhamdulillah tidak ada riwayat penyakit serius. Hanya saja sebagai orang tua, kami khawatir dengan tinggi dan berat badan Khalid. Ada sebagian orang yang berkata "Anak ASI memang begitu, kecil mungil" ada juga yang berkata "Keturunan kali, ibunya kan kecil" dan "Umur segitu emang perkembangannya lambat" makanya untuk menjawab segala kecemasan, kami memutuskan mendatangi dokter.

Khalid itu terakhir ke dokter sudah lama sekali. Sejak imunisasi DPT ulang. Dia trauma ketemu dokter. Mungkin efek di suntik dan mengalami demam tinggi. Jalannya pun saat itu agak pincang. Kami memaklumi ketakutan Khalid. Terlebih pengalaman buruk saat keningnya bocor, dia menjerit-jerit karena di datangin dokter dan perawat. Praktis, kami menghindari dokter.



Saat dipanggil namanya untuk timbang dan ukur tinggi badan, Khalid langsung memberontak. Padahal dia biasa saja menemani saya timbang saat kontrol kehamilan setiap bulannya. Gilirannya dia memberontak, menangis keras dan memeluk ayahnya dengan erat. Akhirnya diputuskan, dia timbang berdua dengan ayahnya dan kemudian hasil berat badan dikurangi berat ayahnya. Hanya 11kg waktu itu hasil berat badannya. Jika timbang di rumah dengan menggunakan timbangan digital, beratnya 11,7kg. Sedangkan tingginya 93cm. Hingga perawatnya berkata " Horor kali kau, Dek !" katanya sambil setengah tersenyum. Saya maklum, mungkin tidak pernah melihat anak ditimbang memberontak sekeras Khalid. Hahaha

Selanjutnya kami sounding ke Khalid tentang positifnya bertemu dokter. Tidak ada yang di suntik. Tidak ada hal yang menakutkan. Dibujuklah jajan ke salah satu supermarket yang menjamur di Batam. Dapat hadiah mini truck dia senang sekali. Alhamdulillah, saat bertemu dengan dokter bisa diajak kerjasama dengan baik. Buka mulut, cek jantung dan perut menggunakan stetoskop, cek mata dan ukur kembali tinggi badan tidak ada penolakan. Saya sudah khawatir akan ada drama lebih horor. Nyatanya Khalid bisa diajak negosiasi dan kerjasama dengan baik. Kami langsung mengapresiasi Khalid dengan bermain di Playground.

Perkembangan Normal Anak Usia 3 Tahun

Hasil pemeriksaan dokter tidak ada hal yang serius. Namun idealnya memang harus tetap berkunjung ke dokter anak minimal 3 bulan sekali setelah khatam imunisasi. Perkembangan kesehatan anak harus di kontrol, jangan hanya datang saat sakit. Kami hanya mengangguk diam. Hasil konsultasi Khalid mendapatkan 1 vitamin dan 1 obat cacing.

Dokter berkata, memang berat dan tingginya berada dibagian paling bawah kurva. Namun tetap berada di kurva hijau (aman). Belum termasuk kekurangan gizi. Tetapi idealnya berat badan Khalid harus dinaikkan minimal 2kg. Setelahnya kami ditanya tentang pola makan Khalid. Bagaimana makan dan cemilan setiap hari. Pemberian susu yang tepat dan takarannya.

Poin penting yang perlu ditekankan adalah :
  1. Berikan anak makanan bervariasi. Mulai dari sayur, buah, dan lauk pauk.
  2. Banyak berikan daging. Karena daging kaya akan zat besi yang bersifat mengikat nutrisi makanan.
  3. Berikan anak cemilan sehat, kurangi gula
  4. Lengkapi menu anak dengan susu. Nah dokter menyarankan jangan susu UHT atau cair karena kandungannya minim kalori. Berikan susu bubuk.
  5. Imbangi dengan pola hidup sehat
Setelah mendapat wejangan dari dokter, saya langsung mencari ide cemilan dan masakan sehat.  Sejujurnya selera makan Khalid tidak susah. Dia terbiasa makan menu rumahan yang biasa saya buat. Namun kadang kambuh GTM (Gerakan Tutup Mulut) atau makan harus dikejar-kejar. Harus di suap dan ditungguin dia mengunyah hingga nasi habis. Saya di ingatkan untuk kembali bersabar. Tidak apa-apa jika saya harus menyuap Khalid. Karena masa emas pertumbuhannya harus mendapat asupan gizi yang optimal.


Tabel berikut merupakan rangkuman tumbuh kembang fisik anak normal sesuai usianya, berdasarkan standard yang disarankan oleh  WHO

Berat Badan Normal

KeteranganLaki-lakiPerempuan
Underweight10 kg9.6 kg
Normal Bawah11.3 kg10.8 kg
Ideal Bawah12.7 kg12.2 kg
Ideal14.3 kg13.9 kg
Ideal Atas16.2 kg15.8 kg
Normal Atas18.3 kg18.1 kg
Overweight20.7 kg20.9 kg


Berat badan normal anak 3 tahun berbeda antara anak laki-laki dan perempuan.
  • Anak yang berada antara batas normal bawah dan batas normal atas (Laki-laki: 11.3 s/d 16.2 kg / Perempuan: 10.8 s/d 16.2 kg) termasuk dalam berat badan normal sesuai usianya.
  • Anak yang beratnya berada di bawah batas normal bawah (Laki-laki: < 11.3 kg / Perempuan: < 10.8 kg) termasuk underweight(berat badan kurang)
  • Anak yang beratnya berada di bawah nilai underweight (Laki-laki: < 10 kg / Perempuan: < 9.6 kg) harus memperoleh penanganan dari dokter(kemungkinan besar terjadi gizi buruk)
  • Anak yang beratnya berada di atas batas atas normal termasuk overweight (Laki-laki: > 18.3 kg / Perempuan: > 18.1 kg) (kelebihan berat badan). Lakukanlah diet untuk menurunkan berat badan.
  • Anak yang beratnya berada di atas nilai overweight (Laki-laki: > 20.7 kg / Perempuan: > 20.9 kg) harus diwaspadai sebagai gejala obesitas
Tinggi Badan
KeteranganLaki-lakiPerempuan
Pendek85 cm83.6 cm
Normal Bawah88.7 cm87.4 cm
Ideal Bawah92.4 cm91.2 cm
Ideal96.1 cm95.1 cm
Ideal Atas99.8 cm98.9 cm
Normal Atas103.5 cm102.7 cm
Jangkung107.2 cm106.5 cm


Nah hasilnya adalah tinggi dan berat badan Khalid berada di normal bawah. Hal inilah yang membuat kami mengupayakan agar tinggi dan beratnya dapat naik.

Perkembangan Khalid Saat Ini

Setelah diatur pola makan, dan diberi susu bubuk dua kali sehari berat badan Khalid naik. Walau perlahan tapi lumayan. Saat ini berat badannya 12,3kg dari 11,7kg saat sebelum kontrol ke dokter. Terhitung sudah 1 minggu sejak perbaikan gizi yang kami lakukan.

Khalid memang tipe anak yang aktif. Pencernaan Khalid sepertinya lancar sekali. Jadi setiap kali makan banyak, biasanya dia langsung minta BAB. Begitu pun aktifitas kesehariannya. Dia menyukai melompat, jungkir balik, berlari, beradegan fighting dengan ayahnya. Kami sempat berpikir, mungkin makanan yang masuk kedalam tubuh Khalid menjadi energi semua. Karenanya dia seperti tidak pernah kehabisan tenaga.

Namun Khalid harus tetap dalam pemantauan. Semoga sebelum berkunjung ke dokter kembali, Khalid sudah berada di batas Normal Atas. Hingga kami tak perlu khawatir ada yang salah dalam penyerapan gizi oleh tubuhnya.

Semoga tulisan kali ini bermanfaat. Memberikan gambaran terbaik bagi para mamak dalam hal tinggi badan dan berat badan anak.
Punya pengalaman menaikkan BB anak, Mak ?
Yuk, Berbagi :)

Share:

18 comments:

  1. Makasih mak informasinya... Semoga bang khalid sehat terus. Amin...

    ReplyDelete
  2. Aku dulu masa SD juga dibilang sama kayak Khalid, tapi alhamdulillah perkembangan sampai besar ini oke. Semoga sehat terus yaa :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah,
      berarti emang sedang menunggu saatnya ya mba :)

      aamiin

      Delete
  3. makasih infromasinya mbak, semoga si adek sehat terus amin

    ReplyDelete
  4. Sehat terus Khalid... konsumsi yang bergizi terus yaaa.. Sebenarnya nggak ada yang perlu dikhawatirkan sik mba, asal pencernaannya lancar, berarti daya serap tubuhnya masih bagus. Itu hasil wawancaraku dulu kepada dokter anak saat liputan.

    Informasinya bermanfaat sekali buat ibu muda dan calon ibu muda kaya akoeh.. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak.
      Tapi kadang tetap khawatir.
      Kenapa makannya normal, tapi perkembangannya lambat.
      Itu yg membuat kami berkunjung ke dokter
      hehehe

      Delete
  5. Terima kasih, Bu. Semoga Khalid semangat makan. Ngebaca artikel ini inget diri sendiri yang susah banget makan ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat makan kak !
      semangat Sehat !
      hihihi

      Delete
  6. Itulah maakk.. Kadang kala emak2 ni tak mau periksakan mslh gizi anaknya.."yg penting sehat" gitu..
    Oh, ada bagusnya jg abis makan daging diikuti dg sumber vitamin C, utk bantu penyerapan zat besi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ilmu baru nih.
      Jadi mesti sedia vit C untuk anak yaaa

      Delete
  7. waah, anakku kayaknya masuk overweight ini, hadeeww... sama kayak emaknya #ehh

    ReplyDelete
  8. Sering-sering aja di sodorin makanan mbak, anak-anak memang banyak gerak banget. Nggak bisa diam, sehat terus dedek Khalid

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak ya.
      sediakan aja banyak makanan.
      trus mamaknya jadi ikutan ngemil.
      lebih lahap pulak.
      wkwkkwkw

      Delete
  9. Wah udah naik ya, kak? Alhamdulillah yaaa.... Sehat2 nak sholih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dikiiiiiiitt
      tapi alhamdulillah ada peningkatan :)

      Delete