Tuesday, May 1, 2018

Tips Aman Bermain di Playground

Tips Aman Bermain di Playground

Kasus yang sedang viral seorang bapak menendang seorang anak laki-laki karena puterinya tidak sengaja terkena ayunan saat anak laki-laki sedang bermain di Playground. Sebagai ibu, saya tentu geram dengan tindakan si bapak. Apapun kesalahan anak, apalagi dalam kejadian ini si anak laki-laki tidak sengaja malah mendapat kekerasan. Bukan hanya ibunya anak laki-laki yang terluka, tapi ibu manapun tidak akan rela anaknya di tendang oleh siapapun apalagi laki-laki dewasa.

Dalam pandangan saya, si anak laki-laki ini pasti kaget dan kesakitan. Namun yang lebih buruk adalah terluka perasaannya. Bagaimana tidak terluka hatinya, ia mendadak mendapat tendangan dan direndahkan didepan umum. Bagi saya, kekerasan fisik apalagi dilakukan di depan umum itu adalah perbuatan merendahkan si anak. Jadi jelas, lukanya berlipat. Hal yang mungkin perlu diwaspai si ibu dari anak laki-laki tersebut adalah trauma. Bagaimana jika si anak trauma keramaian ? Trauma melihat bapak-bapak ? Trauma ayunan ? Lebih buruk lagi menjadi pribadi yang murung dan tertutup. Ini bisa saja terjadi, mengingat kasus ini menjadi besar dan perhatian orang tua seluruh Indonesia, walau dua keluarga tersebut berakhir damai.

Playground tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan anak-anak. Arena bermain ini menjadi kesukaan bagi setiap anak. Saya sudah mengajak Khalid bermain playground saat ia mulai berumur 1 tahun hingga sekarang. Alhamdulillah, tidak ada kejadian buruk selama bermain di playground. Dan ini tips ala saya agar bermain playground tidak berakhir buruk.

Sembunyi di tumpukan Bola


  1. Awasi dan Ikuti Pergerakan Anak.
    Jujur, sampai saat ini saya dan suami masih bergantian mendampingi Khalid bermain playground. Bukan dilepas dan diawasi dari jauh. Tapi kami benar-benar disamping Khalid. Bahkan saat ia main perosotan, saya pun mengikutinya. Saat ia meniti jembatan jaring-jaring, saya tetap menggandengnya atau berada tepat dibelakangnya. Jadi Khalid tidak pernah bermain sendirian. Jadilah arena playgorund ini juga menjadi sarana olahraga mamaknya.
  2. Waspadai Lokasi Rawan Kecelakaan
    Ada beberapa spot berbahaya menurut saya :
    -Perosotan.
    Jangan biarkan anak bermain didepan perosotan. Karena ini berpotensi tertabrak anak yang sedang bermain perosotan. Apalagi membiarkan anak menaiki perosotan dari bawah. Bukan dari tangga. Resiko terpeleset dan tertabraknya besar.
    -Kolam bola.
    Anak suka tidur di kolam bola. Ini menyebabkan tubuhnya tak terlihat. Awasi dan jaga, khawatir anaknya terinjak anak orang lain saat ia menenggelamkan diri di kolam bola.
    -Lokasi Lalu Lalang Flying Fox.
    Playground di Batam banyak yang menyediakan flying fox. Hati-hati, jangan biarkan anak melintas dibawah arena bermain flying fox. Karena berpotensi tertabrak.
    -Tangga.
    Tangga ini berbahaya. Anak mudah tergelincir. Di dalam Playground anak di tuntut untuk menggunakan kaos kaki. Nah saat mereka berusaha menaiki tangga. Jika tidak diawasi bisa tergelincir.
    -Ayunan
    Perhatikan lokasi ayunan. Jika berada di tengah sebaiknya tidak usah dinaiki. Karena kecelakaan seperti di video yang sedang viral bisa saja terjadi. Jika ingin bermain, carilah ayunan yang dipojok. Dan tetap jangan biarkan anak bermain ayunan sendiri. Kemungkinan terjerembab pun besar.

  3. Hindari Jika Terlalu Ramai.
    Saya tidak menyukai mengunjungi playground saat weekend. Karena padat anak, dan sulit membuat anak berinteraksi dengan baik. Biasanya kalau ramai, saya akan membujuk Khalid bermain ditempat lain. Karena semakin banyak anak, lokasi semakin pengap dan resiko tertabrak pun besar.
  4. Ajarkan Anak Untuk Mengantri.
    Saya paham, anak tidak ada yang sabar dalam menunggu. Maka disinilah peran orang tua saat menjaga anak. Saya akan memegang Khalid dan mengatakan sabar saat ia menyerobot atau menghalau temannya yang sedang bermain. Saat ia memaksa dan merebut, ajarkan anak juga untuk meminta maaf. Saya lebih memilih Khalid menangis karena mengantri dari pada tertawa karena menyerobot antrian.
  5. Jangan Mudah Menyalahkan Siapapun.
    Sebagai ibu, tentu saya pun merasa anak saya benar sepanjang masa. Namun kita perlu berlaku adil. Tidak semua anak paham bagaimana berinteraksi dengan baik. Jika memang anak kita terpukul, terluka atau menangis. Kita harus tetap "stay cool" Saya biasanya mengutamakan siapapun yang tersakiti dan langsung minta maaf jika memang anak saya yang salah. Tentu saya tidak akan memarahi anaknya apalagi bermain fisik. Jika kebetulan anak saya yang memulai atau berlaku tidak baik, walaupun lawannya lebih besar secara umum saya tidak akan membela anak saya atau mengatakan "maaf ya bang/kak. Adeknya 'kan masih kecil" bagi saya, salah tetap salah. Tidak ada batasan usia. Jika ada orang tuanya yang bersangkutan, maka saya akan meminta maaf langsung pada orang tuanya bukan hanya kepada anaknya saja.

    Nah, bagaimana jika kondisi sebalik ? Khalid yang menjadi korban ? Saya pasti langsung pasang badan. Dan menjelaskan kronologi atau letak kesalahan lawan bermain Khalid. Tentu saja dengan menjaga intonasi agar tidak meninggi walau sejujurnya saya emosi. Jika ada orangtuanya, sudah pasti saya akan langsung berbicara dengan orang tuanya. Namun tetap, pilihan saya adalah menghargai si anak. Saya tidak ingin Khalid diperlakukan buruk. Maka sebisanya mungkin saya tidak memperlakukan buruk anak orang.
Semoga bermanfaat ya Mak.
Mari kita sama-sama menjaga anak kita dan tetap waspada dimanapun posisinya.
Oh iya, sekarang saya sudah menemukan lokasi Playground yang sepi walau weekend. Tapi kompensasinya lebih mahal.
Hahahahahaha.
Share:

26 comments:

  1. Tips yang sangat bagus. Memang skrg ancaman anak2 saat bermain, tapi juga dr orang dewasa yang bisa tiba2 ngamuk, dan memukul anak2

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi ko sudah berkunjung.
      bener,
      ancaman itu sebenernya lebih besar datang dari orang dewasa

      Delete
  2. Suka gemes juga sama orangtua yang biarin anaknya main sendirian, entah karena capek atau males tapi bahaya biarin anak-anak main sendirian. Minimal sih emang paling bener mendampingi. Noted for my self bgt ini kak, thankyou infonya :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheh
      tar klo udah punya anak rasain yaa.
      gimana serunya bermain di playground ngejerin anak.
      wkwkwkkw

      Delete
  3. Ngeri ya ada bapak yang nendang anak kecil gitu, waras ga dia tuh, namanya juga anak-anak. Btw nice tips mbak, saya juga sering bawa ponakan main-main, hampir tiap minggu malah, walau nggak selalu ke taman bermain

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak.
      aku pun shock !
      bisa setega itu.
      hiks

      Delete
  4. Mkasih buk tipsnya.. aku kalo nemenin anak2 main juga keringetan, ikutin mereka. Ga bisa gitu aku tenang duduk2 sambil gadgetan, ya itu, tipe orang kan beda2 ya, tipe anak juga beda2. Banyak aku dgr cerita ga enak, makanya biarlah aku awasi selalu. Yang penting mereka selalu di dalam pandangan mataku..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama berarti kita.
      gak tenang ya ngelepas mereka main sendiri.
      wkwkkwkw

      Delete
  5. terimah kasih tips-nya mbak.kasus bapak bapak yang menendang anak kecil itu bener gak baik. padahalkan salah mereka juga yang sudah lalai dari penjagaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung bang :)

      Delete
  6. Saya paling ngeri tuh, bawa anak2 di arena bola. Secara bolanya gak pernah dicuci dan lagi anak yang berbadan besar sering dorong2, akibatnya si kecil terjatuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehhe
      dulu awalnya gt juga kak.
      tapi lama klamaan terbiasa.
      alhamdulillah
      smoga jgn pernah ada pengalaman buruk selama mandi bola

      Delete
  7. Aku juga serem ngeliat bapak-bapak yang nendang anak kecil itu. Gak kebayang kalo anakku yang digituin.

    Tapi emang bener, meskipun anak lagi di tempat bermain, kita sebagai orang tua gak boleh lengah sedikit pun.

    ReplyDelete
  8. Wah benar banget tuh Ada beberapa permainan yang mank belum waktunya dimainkan anak tanpa pengawasan ortu

    ReplyDelete
  9. Dulu waktu anak pertama kami rajin banget ngajak ke tempat mainan anak di mal. Tapi sejak baca ada anak yang tergigit ular di kolam bola beberapa waktu lalu, serius takut banget mau ajak anak kedua main ke playground. Apalagi, kadang banyak anak-anak yang mainnya rusuh dan mengganggu anak lain, makanya sekarang jarang banget ajak anak ke playground.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehhe
      sekarang juga udah jarang.
      tapi sesekali tetap berkunjung.

      Delete
  10. Kalau weekend kudu ekstra hati-hati jaga si kecil ya karena ramai sekali. Saya memang menghindari main di playground saat weekend, anaknya gak kebagian mainan. Apalagi kalau ada anak yang super agresif, duo crucils saya jadi penonton doang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener bu.
      ngemall di weekend itu juga tidak nyaman.
      ruame !

      Delete
  11. Ziqri kalau main ke playground suka ga mau pulang.. ujung-ujungnya ibunya jadi males mau ngajakin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw
      Khalid juga pernah begini.
      tapi syukurnya anaknya gampang dibujuk.
      wkwkwkkw

      Delete
  12. Saya jg waktu anak msh kecil banget selalu dekat anak.
    Sekarang udah besar pun selalu diawasi.
    Gemess banget liat ada Amak yg udah besar, badan besar lalu main sesuka hati..eh ortunya malah ga awasi.
    Sy sering melototin anak yg spt itu atau klu udah gemes sy dgn suara keras panggil petugas nya tuk ingatkan anak iti.
    Kejadian bapak tendang anak itu pelajaran bg semua.
    Intinya anak hrs diajar peduli dgn sekitarnya saat bermain

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga gemes sama anak begituan mba.
      biasanya klo ketemu anak begini,
      kudatangin orang tuanya.
      minta awasi anaknya.
      hahahha

      Delete
  13. Dikepulauan anambas juga ada tempat bermain buat anak-anak, kmren sempat juga ajak keponakan bermain. Memang kita harus jaga mereka dengan baik. jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener bang.
      Jaga baik baik ponakannya bang saat dikeramaian.
      hehe

      Delete