Friday, December 8, 2017

Tempra, Salah Satu Bentuk Cinta Kasih Ibu

Tempra dan Mainan kesayangan Khalid

Memiliki anak Batita memang butuh perhatian ekstra. Daya tahan tubuhnya tak sekuat orang dewasa. Pengaruh cuaca sering pula mempengaruhi suhu tubuhnya.

Khalid, saat ini berusia 2 tahun 5 bulan.
Sewajarnya anak usia dua tahunan, Khalid butuh perlindungan ekstra kala sakit. Di Batam sedang Pancaroba, kadang panas tiada tara kemudian bisa hujan deras mengguyur. Cuaca seperti ini biasa menyebabkan anak demam, batuk dan pilek.

Demam pada anak itu butuh perhatian ekstra. Saya sering khawatir saat Khalid demam. Takut memicu step atau kejang. Lebih buruknya lagi bisa mencederai otaknya. Hiks. Jangan sampai hal ini terjadi. Maka demam butuh perhatian serius. Tak bisa di pandang sepele dan hanya di rawat dengan selimut tebal.

Cara Penanganan Demam 

Menangani anak demam, biasanya saya akan kenakan ia baju yang nyaman dan tidak tebal. Kalau ditutup baju tebal, khawatir sirkulasi udara dikulitnya tidak berjalan normal malah membuat suhu panas badannya sulit turun. Kemudian saya akan sering-sering peluk. Skin to Skin istilahnya. Agar suhu panas Khalid terserap oleh kulit saya dan panasnya pun mereda. Biasanya ini saya lakukan sambil dibarengi dengan kompres air hangat. Tidak dibagian jidat. Karena Khalid agak risih di tempelin sesuatu di jidatnya. Biasanya saya kompres dibagian lipatan paha dan ketiak. Sambil sesekali saya pijat kecil. Khalid pun saya sodori minuman terus. Jika tak ingin minum air putih, saya berikan susu kesukaan Khalid. Untuk menghindari dehidrasi dan suhu panas bisa dikeluarkan melalui urin. Dalam situasi seperti ini tak jarang saya harus begadang. Memastikan kondisi Khalid baik-baik saja dan suhu tubuhnya tidak melonjak tajam.

Namun sebagai Ibu, saya selektif dalam memilih obat dan menangani Khalid saat demam. Seperti saat ini. Khalid dilanda demam sudah beberapa hari. Namun suhu tubuhnya meninggi hanya malam. Siangnya Khalid aktif seperti biasa. Saat Khalid demam, saya tak buru-buru menyodorkan obat. Saya berusaha menangani terlebih dulu tanpa bantuan obat.

Salah satu obat pilihan saat anak saya demam adalah Tempra Syrup.
Tempra merupakan obat demam sebagai penurun panas atau pereda nyeri. Bisa juga digunakan saat anak nyeri tumbuh gigi. Tempra mengandung paracetamol, obat yang memiliki sifat sebagai antipyretic (penurun panas)  sekaligus analgetic (pereda nyeri). Dan satu lagi kelebihan Tempra yang saya sukai, rasanya enak ! Khalid itu susah sekali dibujuk untuk minum obat. Bahkan vitamin yang rasanya manis sering kesusahan saya membujuknya. Namun tidak dengan Tempra. Rasa buahnya pas. Khalid menyukai rasa Anggur yang terdapat pada Tempra. Sekali melihat botol Tempra, anaknya langsung mangap. Hap ! langsung telan tanpa drama. Bahkan minta nambah. Hahaha. Tempra ini aman di lambung loh mak. Jadi tidak perlu khawatir lambung anak akan perih setelah meminumnya. Selain itu Tempra larut 100%, tidak perlu di kocok. Pokoknya tinggal minum beres. Mengenai dosis, Tempra memiliki dosis yang tepat. Tak perlu takut over dosis atau kurang dosis. Segalanya sudah dibuat sebaik mungkin meminimalkan segala resiko buruk.

Efek Buruk Demam

Pernah suatu malam, Khalid demam tanpa sebab. Siangnya aktif. Namun malam ia muntah-muntah. Keesokkan harinya suhu tubuhnya 39 derajat celcius. Saya panik segera ke dokter. Antrian panjang dan di tawari UGD oleh perawat untuk menerobos antrian. Namun saya berat menerima "ajakan" untuk masuk UGD. Saya ingin di tangani dengan cepat, tapi tak ingin melalui jalur UGD. Setelah diskusi dengan perawat, saya memohon untuk bisa segera menemui dokter. Alhamdulillah, perawat setuju dan Khalid bisa segera masuk menemui dokter. Kata dokter saya terlalu mengabaikan demam Khalid. Saya tidak memberinya obat saat suhunya masih di bawa 39 derajat celcius. Benar sih, saat itu saya terlalu menganggap remeh demam Khalid. Maaf ya Nak :(

Berangkat dari pengalaman itu, saya tak lagi menyepelekan demam Khalid. Ketika terasa panas saya langsung mengambil tindakan. Khalid tak boleh demam berlarut-larut.



Khalid dengan sukarela meminum Tempra syrup

Saya tak ingin menunggu resiko lebih besar dengan mengabaikan demam anak. Memang, obat bukan satu-satunya solusi saat anak demam. Namun obat bisa mencegah keadaan menjadi lebih fatal.

Karenanya saya selalu sedia Tempra di kulkas (jika sudah dibuka) dan dikotak obat saat masih di segel. Antisipasi ini perlu, karena anak demam tak mengenal waktu.

Sedia Tempra, Sebelum terlambat.
Adakah yang memiliki resep jitu lainya dalam menghadapi anak demam ?
Sharing yuk Mak !

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Tempra.
Share:

27 comments:

  1. Kereenn.....solusi bgt nih kalau anak mulai2 gejala demam. tks kak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. eeeiiimm cyiin. selalu sedia ini sebagai penghalau demam.

      Delete
  2. Mau nyoba ikutan pake Tempra juga deh saya

    ReplyDelete
  3. Noted! Pengennya pelit kasih obat ke anak tapi setelah baca cerita ibuk sekarang harus lebih aware lagi dan segera memberikan obat di saat yang tepat 👌

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes mak.
      jgn tunggu masuk IGD dulu ya baru minum obat.
      hehhee
      amit-amit

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. wah, makasih sharingnya ibuuk..persediaan obat emg prlu ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaga2 mba.
      Mana tau butuh. Jihihihihi
      Makasi mb vidi sudah berkunjung

      Delete
  6. Jadi memang bukan tanpa alasan kita harus sedia obat ya buk... Thanks for sharing ibuk khalid..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mb iffah.
      Sedia payung sebelum hujan.
      Wkwkwkwkw
      Makasi mb sudah iffah sdh berkunjung

      Delete
  7. Replies
    1. Terima kasih mba sudah mampir. Semoga bermanfaat :)

      Delete
  8. Demam mmg ga bisa disepelekan.
    Tahap awal mmg memberikan obat penurun panas jg sy lakukan sebelum ke dokter
    Klu 3 hari masih turun naik panas nya baru ke dokter dan cek darah.
    Alhamdulillah selama ini demam biasanya disebabkan kecapekan, cuaca dan radang tenggorokan krn suka makan coklat dan kurang minum

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sama nih. Khalid pun kurang minum..

      Delete
  9. Tempra dengan rasa anggur, anak-anak pasti suka. Gak pake disuruh lagi buka mulutnya. Dah buka sendiri.

    ReplyDelete
  10. Anak demam itu emang bikin kita sebagai ibu jadi gak tenang ya. Untung Desy udah nemu obat yang cocok buat Khalid. Sehat-sehat terus ya, Khalid..

    ReplyDelete
  11. thank you for sharing mbaa, semoga khalid sehat-sehat ya...
    strong boy!

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba.
      rasanya juga enak ya.
      jd gk ada drama pas minumin obat.
      hehehhe

      Delete
  13. Ikhh aku baru tau ni buk. Aqila kemarin di opname krn ga mau minum obat lho. Dan aku jg ga suka masuk igd lebih baik jumpa dsa langsung.
    Noted banget masuk list aku ni

    ReplyDelete
  14. siap uchan. makasi sudah mampir.
    sehat-sehat ya untuk anak-anak kitaaaaa..

    ReplyDelete