Tuesday, April 10, 2018

Resensi Film : Bad Genius, Saat Si Pintar Menjual Otaknya.



Apa yang salah jika kita ingin mendapatkan uang tambahan dengan menggunakan otak kita, terlebih tujuannya mulia? Membantu sang Ayah ! Si pintar tak melulu lahir dalam keluarga berkecukupan, kadang mereka hadir di tengah-tengah kemiskinan.

Si Pintar Yang Malang


Ia anak yang pandai, lagi sopan. Hidup berdua dengan sang Ayah. Hidup dengan didikan penuh kesantunan sang Ayah yang juga seorang guru. Nama nya Lynn. Anak SMA cerdas salah satu kota di Thailand. Adegan awal film dimulai saya sudah di buat takjub oleh Lynn. Tawaran untuk sekolah di salah satu SMA favorit ia tolak dan berujung bernegosiasi langsung dengan kepala sekolah. Akal cerdasnya membuat ia sekolah gratis bahkan mendapat free makan siang. Kepala sekolah di buat takjub dengan kecerdasan berpikirnya. Sang Ayahnya hanya tertunduk segan melihat anaknya bernegosiasi dengan kepala sekolah.

Teman pertama yang Lynn miliki adalah Grace. Seorang anak yang memiliki pacar super kaya bernama Pat. Grace tidak terlalu pintar, malah cenderung payah. Suatu ketika Grace terlihat kesulitan dalam mengerjakan ujian. Karena merasa teman, Lynn melempar jawabannya melalu sepatu yang ia kenakan. Sungguh, adegan yang hanya menggeser sepatu saja sudah membuat saya tegang !

Keberhasilan Lynn dalam membatu Grace mencontek saat ujian sampai pada Pat, sang kekasih Grace yang kemampuan otaknya tidak berbeda jauh dengan Grace. Muncullah ide untuk menjual kepintaran Lynn menjadi lembar jawaban atas setiap ujian. Lynn yang memang butuh uang pun setuju. Kedok les piano dan kode morse pun digunakan. Lynn sukses ! bahkan Pat berani merekrut banyak temannya yang otaknya senasib dengannya. Lynn mampu menaikkan saldo tabungan dengan cepat. Bahkan Ia membelikan sang Ayah kado. Tentu saja sang Ayah bangga. Anaknya cerdas, memiliki teman banyak dan sekarang menjadi guru les piano bagi teman-temannya.

Nasib sial datang saat mereka ketahuan mencontek. Bank, salah satu rival Lynn yang juga cerdas namun sulit ekonomi melaporkan adanya praktek curang. Lynn pun terdepak dari calon penerima beasiswa dan beasiswanya di copot. Ayahnya terpukul, dan memaksa menjual mobil butut satu-satunya harta mereka. Kegemilangan Lynn di sekolah hancur.


Karena sudah terlanjur basah, ya mandi sekalian. Begitulah mungkin yang ada dibenak Lynn. Kali ini ia harus meraup uang lebih besar. Ia memberanikan diri mencuri kunci jawaban untuk masuk perguruan tinggi dunia. Selisih waktu antara Thailand dan Sydney membuat Lynn berkesempatan untuk mengerjakan terlebih dahulu dan membagikan kunci jawabannya ke teman-temannya. Pat dan Grace bertindak sebagai penerima informasi dan menyalurkan jawaban kepada teman-temannya dengan imbalan uang. Seketika mereka menjadi kaya.

Namun, berhasilkah Lynn membawa temannya masuk menuju Universitas ? Atau Lynn harus berakhir di penjara ? Bagaimana nasib Bank ? Berhasilkah ia mendapatkan beasiswa ke Singapura dan memperbaiki kehidupannya ?

Pintar Saja Tidak Cukup.

Ya, pintar saja tak cukup !
Karena kepintaran ini tak bisa membuat seseorang menjaga akhlaknya.
Bagaimana seseorang memanfaatkan kepintaran untuk kebaikan bukan sebaliknya.
Lynn adalah salah satu contoh, bahwa kecerdasan tak mampu membuat ia memiliki prilaku terpuji. Bahkan masa depannya tidak segemilang kecerdasannya. Hanya disebabkan oleh kerakusan.

Maka hal pertama yang harus dikenalkan kepada anak sebelum ilmu adalah Adab. Saya awalnya merasa bahwa ilmu itu mampu menjaga adab seseorang. Namun nyata banyak sekali praktek kejahatan yang justru dilakukan oleh para orang berilmu dan berpendidikan tinggi. Nyatanya pendidikan tak melulu membuat orang beradab.

Yuk Mak.
Segera tonton.
Walau ini film lama, namun patut dimasukkan menjadi salah satu film yang harus di tonton. Banyak pelajaran yang tersebar sepanjang film. Kalau udah nonton, jangan lupa berbagi info yuk di kolom komentar. Hihihihi
Share:

16 comments:

  1. Super sekali ibuk,jadi pengen nonton gitu

    ReplyDelete
  2. Benar sekali mb,Adab dulu sebelum ilmu. InsyaAllah berkah.

    Suka review-nya..jadi pengen nonton.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba.
      Banyak pesan moral ini film nya. Bagus

      Delete
  3. Pernah direkom temen film ini, tp blom smpet n blom ada gmbaran. eh ada reviewnya, makasih mba des.. jd pngen nnton

    ReplyDelete
  4. masuk ke daftar film yang mau ditonton.. belom nonton komen duluan ya. thanks review nya ibuk

    ReplyDelete
  5. wah ,,,, jadi pengen,,,,,,thanks nice viewnya kak Des,,,,,

    ReplyDelete
  6. harusnya pendidikan akhlak... yang pertama kali

    ReplyDelete
  7. Udah lama gak nonton film. Ok masuk list ini

    ReplyDelete
  8. Nice loh review nya,nonton akhhhh...

    ReplyDelete