Saturday, January 13, 2018

, ,

JASTIP, Tren Jual Beli Terkini

Salah satu produk Jastip yang hits

Pernah dengar Jastip ?
Iya, Jasa Titip.
Sistem kerja umumnya seperti ini, Si Pelaku Jastip akan berangkat ke suatu daerah kemudian Ia membuka peluang bagi teman-temannya yang ingin mencicipi produk khas daerah tersebut. Bisa berupa makanan, barang maupun sauvenir unik. Nah kemudian si pelaku Jastip akan memberlakukan fee tertentu. Biasanya paling rendah Rp 15.000

Bagi masyarakat Batam akan sangat dekat dengan transaksi Jastip. Posisi Batam yang letaknya dekat dengan negara Singapura dan Malaysia membuka peluang usaha baru, yakni Jastip.

Ada brand-brand Internasional yang ditawarkan dengan harga menggiurkan. Memang, beli langsung di negaranya terasa lebih murah dan jaminan kualitas. Tanpa repot kesana-kemari, tapi dapat memiliki barang impian yang hanya bisa didapat negara tetangga. Enak kan ?

Beberapa saat lalu, saya pun iseng-iseng menjalani profesi ini. Mama yang saat itu sedang berada di Singapura saya susul. Sebelumnya memang saya sudah mempromosikan beberapa produk yang menurut saya cocok untuk dunia mamak-mamak. Siapa menyangka, ternyata lebih dari 20 pcs produk yang masuk ke daftar belanja saya. Satu koper penuh saya menenteng belanjaan ini.

Saya bersempatan mengulik info dari dua teman saya Eka dan Fitri. Kedua teman saya ini sudah lama berkecimpung didunia Jastip. Eka, ibu dari 1 putri ini sudah memulai sejak tahun 2016. Ia membuka jastip dengan pilihan makanan, tas dan sepatu. Untuk memulai usahanya, Eka mengeluarkan modal sekitar Rp 500.000. Ia memborong belanjaan kemudian ia tawarkan kepada teman-temannya untuk ikutan jastip. Keuntungan bersih Eka bisa mendapatkan Rp 200.000 hingga Rp 300.000. Namun bagi Eka dunia jastip tak selalu berjalan mulus. Kadang draft belanja yang sudah di susun bisa gagal akibat stok tak tersedia. Memang, untung-untungan. Hal yang membuat Eka berbinar saat menjalankan profesinya adalah bisa mengetahui brand terbaru dan diskon yang sedang berlangsung. Ini syurga bagi wanita.

Lain lagi dengan Fitri, usahanya ini dimulai April 2017. Fitri terfokus pada makanan bayi, skin care dan jajanan impor. Kadang fitri membeli beberapa stok kemudian ia bisa promokan di aplikasi online seperti tokopedia dan lainnya. Seperti Heinz baby food dan jumper Libby untuk si  kecil  yang memang sudah laris dan memiliki penggemar banyak. Dalam sekali berangkat, fitri bisa mengantongi untung bersih sekitar Rp 300.000. Wow, untung yang menggiurkan.

Tapi jangan dilihat enaknya bisa belanja keluar negeri dan dapat untung banyak. Pelaku jastip ini kadang harus mondar-mandir mencarikan pesanan customer di negara yang tak ia kenali. Berat menenteng belanjaan, lelah dan berjuang untuk berkomunikasi dengan pelayan toko untuk menanyakan produk yang kita cari. Kadang keterbatasan bahasa, membuat bertanya butuh usaha ekstra besar.

Memang, setiap usaha apapun yang kita jalani akan menimbulkan dua sisi. Di satu sisi keuntungan materi yang dijanjikan, di lain pihak ada tenaga yang dipertaruhkan. Tipsnya hanya satu, Jalani dengan bahagia !

Jadi gimana mak ?
Siap ikutan meramaikan dunia jastip ??
Share:

3 comments:

  1. Siapa tau ada yang mau jastip dari medan ke batam hahahaa

    ReplyDelete
  2. Oh gitu ya jastip?? Saya pikir ga ada fee loh mbk, lah iya kok orang mau dirempongin sama titipan kita,??gitu pikir saya.

    ReplyDelete
  3. bagus juga ya idenya... hmmm aku bisa gak ya ??? secara mondar mandir nyari barang nya ini yang kadang bikin malesss...hahahha

    ReplyDelete